
Ketika mempertanyakan maksud Tuhan menciptakan orang orang seperti saya apakah membuat saya menjadi orang Murtad?Pendusta Agama?
Saya sadar sepenuhnya bahwa apa yang saya rasakan kepada perempuan adalah hal yang tidak wajar, dosa besar, bukan kodrat sejati saya. Pertanyaan diatas tadi selalu terlontar kepada Tuhan ketika saya melakukan perintah Nya..Shalat lima waktu yang mungkin masih jauh dari sempurna pelaksanannya, namun saya tak pernah lupa untuk selalu bertanya kepada Nya mengapa saya merasa seperti ini?mengapa saya tidak bisa merasa seperti ini kepada Laki laki sesuai dengan kodrat saya.
Sehingga saya sampai pada pemikiran bahwa saya akan berusaha untuk selalu melakukan apa yang menjadi kewajiban saya kepada Tuhan, perhitungan dosa saya selama hidup di dunia akan saya tanggung di hari akhir nanti.Saya tak mau takabur dengan berbicara seperti ini, namun Tuhan pun pasti tahu bahwa saya tak bisa dipaksa untuk menikahi laki laki dan menjalani hidup saya secara"normal" dan sesuai dengan kodrat saya, buat saya kata"normal" adalah seperti yang saya jalani sekarang ini, mencintai perempuan.
Buat saya pernikahan merupakan ikatan yang suci, dilakukan dengan nama Allah SWT, disaksikan para Malaikat. Ijab Qabul yang di ucapkan ketika pernikahan terjadi bukan hanya kata kata di mulut saja, namun tercatat di buku Allah SWT, bahkan pernikahan dianggap ibadah. Berdasarkan itu pula saya sudah menetapkan diri saya untuk tidak memalsukan status saya dengan "menikah" sedangkan saya tetap menjalin cinta dengan perempuan di belakang suami saya, lebih baik saya di cap perawan tua daripada saya melakukan dosa yang jauh lebih besar. Kenapa saya bilang dosa yang jauh lebih besar?karena pertama kita berbohong kepada semua orang, kedua kita berzinah. Cukup lah dengan dosa kita sebagai pecinta perempuan yang di catat oleh Nya.
Saya bukan ahli agama, saya juga bukan orang yang paling tahu agama saya, pikiran saya sederhana...hidup itu harus seimbang, saya mencintai perempuan tapi saya harus bisa melakukan kewajiban saya sebagai Manusia kepada Tuhan nya dan saya juga tak mau menambah dosa saya sebagai pembohong.
Kita memang harus akui banyak Lesbian di luar sana yang rela memalsukan pernikahannya agar lepas dari pandangan sini lingkungan dan keluarga, lepas dari panggilan "perawan tua", dan banyak hal lain nya yang melatarbelakangi apa yang menyebabkan mereka untuk mengambil solusi seperti itu, saya juga tidak mau menyalahkan mereka...semua kembali ke pribadi masing masing...
Tapi bisa dipastikan saya bukan termasuk orang yang seperti itu...tulisan ini tidak untuk menghakimi siapa pun tapi ini adalah hasil dari pikiran manusia sederhana saya.
