Thursday, December 20, 2012

Dewasa ituh gimana?

Ukuran kedewasaan seseorang berbeda beda. Kedewasaan kita ngga bisa hanya di ukur dari banyaknya umur kita...kedewasaan juga tidak berbanding lurus dengan umur kita.

Kedewasaan biasanya adalah tolak ukur kita untuk menilai tingkat kematangan dalam berkomunikasi dan cara seseorang tersebut atau bahkan cara diri kita sendiri untuk menghadapi suatu masalah...how we solve a problem.

Gue ngga akan ngaku bahwa gue adalah orang yang sudah dewasa, in certain parts of me i am still a child. Gue masih suka ngeyel kalau di kasih tau sesuatu, bahkan yang paling parah adalah baru2 ini ketika gue putus sama Sarah...gue ga bisa jaga kepercayaan...meskipun gue ngerasa gue ngga totally salah di situ..gue hanya salah menganggap bahwa apa yang gue ceritakan merupakan suatu kebanggaan buat gue dan bukan aib yang gue ceritain kemana2...simply because i am proud of what i have...and its mine...and mine only. While in fact di balik cerita itu gue melanggar janji gue ke Sarah. Yeah well we both did our parts to ruin this relationship.

Menilik balik ke masa lalu selalu mendewasakan kita sedikit demi sedikit, itu yang gue ambil dari semua apa yang udah terjadi dalam hidup gue. Di pekerjaan kah...di percintaan kah..bahkan di hubungan gue dengan Ibu gue. Intinya memang seharusnya dengan berjalan nya waktu...akan semakin mendewasakan kita...berbuat salah di masa lalu seharus nya mengajarkan kita untuk berbuat benar di kemudian hari. But in the end we're only just human...always make mistakes...dan gue berharap bahwa kesalahan kesalahan yang gue perbuat di masa lalu bisa membuat gue menjadi lebih wise..dewasa...ngga kaya anak kecil lagi  yang selalu ngeyel kalau di kasih tau...bisa menjaga suatu janji dan kepercayaan orang orang yang gue sayangin..

Buat gue...dewasa yah seperti itu....

Monday, December 3, 2012

My Life

Kadang gue suka mikir kalau hidup gue di tahun ke 30 gue hadir di dunia ini belum ada improvement nya. Kenapa gue bilang gitu?karena gue masih jadi jadi karyawan, gue belum punya usaha sendiri yang bener bener gue bangun dari nol, dan gue masih ngerjain hal hal yang sebeenrnya bukan passion gue.

Dari dulu setelah lulus kuliah sebenernya gue masih mau sekolah lagi...tapi gue mau sekolah Culinary, belajar jd chef dan belajar berbagai aspek dari Culinary World biar gue bisa bikin Restoran, cafe or even Bar gue sendiri. Cooking and food is always been my interest besides women of course. Tapi dulu nyokap gue udah mulai pensiun dan ngga mungkin lagi buat nyekolahin gue lagi. Dan ketika gue udah terjun di dunia kerja selama 6 tahun ini gue juga belum berhasil buat nabung dan menyekolahkan diri gue sendiri untuk masuk Culinary School yang udah lama gue incer.

Ukuran kesuksesan masing masing orang berbeda..ada yang merasa sukses kalau udah bisa beli BB Posche design, ada yang merasa sukses kalau udah bisa beli mobil dan rumah sendiri, atau ada yang merasa sukses dengan menikah dan mempunyai anak. Buat gue sukses itu adalah gue bisa ngehidupin nyokap gue 100%, punya rumah sendiri, kendaraan sendiri, dan punya pasangan hidup yang bakal nemenin gue sampe masing masing dari kami menua, dan terakhir adalah gue punya Resto, cafe, or Bar sendiri.

Jadi yah menurut gue, meskipun sekarang gue mampu beli kendaraan sendiri dan punya pekerjaan yang cukup settle serta mempunyai jenjang karier yang jelas...gue belum merasa sukses. Banyak dari impian atau keinginan gue yang belum bisa gue wujudkan. Dan gue pun mulai berpikir keras untuk bagaiman mewujudkan semua itu sebelum umur gue mencapai 40, karena salah satu cita cita gue adalah gue mau pensiun dari dunia kerja at 40, ngurusin restoran , cafe or bar gue, dan nyokap gue ngga perlu khawatir lagi dengan masa tua nya karena akan selalu ada gue yang ngurusin semua keperluan dia.

My life is always full of love, either itu cinta buat nyokap gue, cinta buat temen temen deket gue, cinta buat mantan mantan gue, maupun cinta buat pasangan gue nanti. Everything that i do in my life is based on love, even ketika gue kerja di bidang yang bukan passion gue semua gue lakukan karena gue cinta sama keluarga gue and i would do anything to make them proud and happy.

So yeah...when it comes to Ruben...hidupnya emang penuh sama cinta cinta an.

Relation Ship

Gue bukan ahlinya relationship..hell no!!, looking back at my previous relationships especially my relationships with girls..it does'nt reflect that i know all about a relationship. Tapi dari semua hubungan yang gue jalanin gue selalu ambil pelajaran dari setiap kegagalan hubungan gue itu.

Sebuah hubungan, hubungan percintaan konteksnya disini, merupakan hubungan yang di bangun..inget sekali lagi....dibangun oleh dua orang. Namanya orang bangun sesuatu ngga ada yang instant, semua pake proses and it is an never ending process. Kenapa gue bilang never ending process?karena menyatukan 2 isi kepala dan 2 kepribadian dalam 1 hubungan itu merupakan proses yang emang ngga pernah ada akhirnya. Kita akan selalu berada dalam posisi belajar dan belajar untuk saling memahami sifat pasangan kita. Bahkan untuk pasangan yang mungkin sudah lebih dari 5 tahun bersama masih tetep harus belajar, karena ya proses membangun relationship itu yang yang tidak instant.

For a relationship to work definitly needs several ingridients. Well, love udah pasti, trust and respect juga sangat penting, passion and lust penting buat make it last. Cinta, sayang, rasa tertarik merupakan satu faktor utama yang akan membuat kita ingin menjalani lebih dari teman dengan orang tersebut,rasa yang kita punya untuk orang tersebut lebih dari hanya sekedar rasa pertemanan saja. Ketika kita sudah mulai berkomitmen dengan orang tersebut trust and respect harus dibangun diantara kita dan pasangan. Trust and Respect sendiri merupakan landasan utama untuk menjaga suatu hubungan untuk tetap stabil dan Trus and respect is something that we have to earn, bukan untuk diminta, apalagi untuk diberikan begitu saja, itu yang gw ambnil dari kegagalan masa lalu gue. Bagaimana caranya agar kita dipercaya sang kekasih atau sebaliknya dan bagaimana pula kita menghormati sang kekasih dan sebaliknya itu bukan sesuatu hal yang bisa di timbulkan begitu saja. Lets say untuk gain trust dari pacar kita harus janji ini itu..ngomong ini itu..while in fact pada satu titik tertentu ada kala nya kita ngga bisa menepati janji atau ucapan kita sendiri, kalau pacar tahu soal tersebut maka bukan trus yang akan kita dapat tapi mungkin malah cacian dan kemungkinan malah kita diputusin. Respect buka di raih dengan kita yang membatasi pasangan untuk bergerak, melarang ini itu, galak, over protective, tapi usahakan lah dengan kita hanya memberikan garis saja..tak perlu di ancam2 atau apapun, lets say mungkin sang pacar ingin pergi sama mantan nya yah cukup aja di kasih wanti wanti jangan pergi berduaan misalna, atau pergi nya jangan malam hari apalagi sampe nginep2an, atau pergi nya harus ke tempat public jangan ke kost nya berilah sang pacar jalan untuk bisa menepati yang sudah di sepakati bersama apabila berhubungan dengan mantan...ngga perlu dilarang2...karena udah jd human nature semakin kita di larang semakin kita akan mencari jalan untuk ngeles dari larangan tersebut. Atau mungkin ngelarang sih ngga cuman kita nya ngasih ijin pergi sambil ngambek dan kesel...hihihi..itu gue banget kayanya dulu...

Passion and lust..well kalau kita sayang dan cinta sama pasangan kita passion and lust pasti akan selalu mengiringi. Buat gue hal ini juga sama pentingnya dengan trust dan respect tadi, karena kalau kita ngga punya lust sama passion sama pasangan kita mustahil buat hubungan itu last long enough. Sometimes kalau kita udah lama pacaran sama 1 orang ini sparks nya kadang meredup, ada 1 kejenuhan dimana hidup kita sudah mulai monoton...sudah terjadwal dan kita sudah bisa prediksi apa yang akan terjadi next nya...Ketika hal itu terjadi Passion dan Lust harus tetap terjaga, untuk apa?yah itu tadi biar kita bisa mencari cara supaya apa yang kita punya dan pasangan ngga hambar, a little bit surprise present for her will be nice. Atau improve your sex life..jangan pake gaya yang itu2 aja...pake sedikit imajinasi kalian, tapi buat pasangan yang memutuskan untuk tidak having sex yah gue juga menganjurkan untuk harus having sex to keep up the lust and passion that you have for her. A relationship is much more that just sex.

Komposisi bahan berikut nya untuk relationship buat gue adalah Compassion. Kenapa compassion?karena kalau ngga ada rasa itu kita akan jadi orang yang ngga sensitif, compassion erat hubungannya sama toleransi dan kesabaran. Tapi harus di ingat juga tingkat kesabaran seseorang berbeda, ngga bisa juga kita selalu harus ngukur kesabaran pasangan kita dengan berbuat sesuatu yang tidak di sukai oleh pasangan, nah untuk bisa mengukur apa sih yang tidak disukai pasangan kita harus punya toleransi. Lalu compassion juga diperlukan untuk memaklumi pasangan yang mungkin akan berbuat salah dalam perjalanan hubungan pacaran ini, manusia tempat nya salah dan dosa bukan?if God can forgive us Humans, why can't we as human forgive human also...memaafkan dan memberi kesempatan untuk pasangan kita untuk memperbaiki kesalahannya itu yang di sebut compassion disini. Gue selalu memberi limit tersendiri untuk berapa kali pasangan gue melakukan kesalahan fatal, ketika kesalahan fatal tersebut terulang untuk ketiga kali nya maka gue pun akan bersiap untuk hengkang dan meninggalkan pasangan gue tersebut.

Terakhir adalah kesetiaan. Berkomitmen artinya kita harus siap jadi monogamist, ngga bisa kita mencla mencle ke cewe lain padahal kita udah punya pacar. Flirting sana sini udah ngga boleh lagi tuh, hihihi. Jadi kalau kalian ngga siap jadi monogamis, don't you dare to commit yourself to someone.

Tulisan gue soal relationship ini di tulis cuman buat ngungkapin apa yang ada di kepala gue...opini gue pribadi soal relationship itu sendiri. Kalau yang baca tulisan ini punya pendapat lain yah monggo...silahkan...Lagian tadi diatas juga udah gw bilang kalau gue bukan ahlinya relationship, but i try to be better for each relationship that i will have in the future.



Sunday, December 2, 2012

T.J.E.M.E.N

Iyaaahhh...Ruben itu aslinya cemen abisssssss. I know it, i admit it, and i'm letting you all know. Eitss, tapi jangan salah sangka, gue hanya cemen di masalah tertentu saja.

Lets say seperti ini contoh nya, Sabtu malam kemarin gue clubbing sama Alesha dan Sam, datengnya agak kecepetan, krn club kalau hari sabtu agak sedikit low di jam 11an, dan akan baru crowded sekitar jam 1an ke atas. Setelah dapet spot yang lumayan okay, mulai lah joged sana sini, and i spot one girl standing in front of me, alone, wearing an orange dress drinking beer, and she's beautiful. And suddenly she glanced her eyes to meet my eyes...and put a little smile on her lips while she drinks her beer, and i smile to her. Setelah itu sepanjang 3 jam gue disitu cuman bisa liat2an, pandang2an penuh arti tapi gue ngga berani buat nanya nama dan kenalan. Mennnn....padahal udah dapet kode dengan dia yang menjatuhkan botol beer gue di meja...she said "sorry yaaa" and all that i can reply to her cuman kata2 "its okay...ngga apa2". Thats it...buat nanya nama aja ngga berani ampe bikin gue grogi setengah mati, bikin gue keringetan dan tangan gue jadi dingin banget. Haiiizzz...iya Ruben ternyata secemen itu. Dan kejadian Sabtu malem itu bikin gue nyesel ampe sekarang. Kapan lagi coba ketemu cewe itu??

Gue emang bukan tipe yang biasa throwing my line to pick some girls in a bar or club...dan gue ngga biasa dengan kenalan langsung begitu..mungkin itu sebab nya gue cemen banget. But most of it i dont feel confident enough about my self, karena apa coba?pertama...itu club bukan gay club, kedua...gue takutnya dia nyangka gue cowo...ketiga...gue ngga ngerasa that im attractive enough..keempat...karena gue cemen..hihihi

Ahh ya sudah lah...saya ngaku kalau saya cemennnnn....mudah2an ini terakhir kali nya gue cemen begini,....next time ketemu cewe manis lagi gue harus berani!!!...SEMANGAT!!!!!!