Thursday, December 20, 2012

Dewasa ituh gimana?

Ukuran kedewasaan seseorang berbeda beda. Kedewasaan kita ngga bisa hanya di ukur dari banyaknya umur kita...kedewasaan juga tidak berbanding lurus dengan umur kita.

Kedewasaan biasanya adalah tolak ukur kita untuk menilai tingkat kematangan dalam berkomunikasi dan cara seseorang tersebut atau bahkan cara diri kita sendiri untuk menghadapi suatu masalah...how we solve a problem.

Gue ngga akan ngaku bahwa gue adalah orang yang sudah dewasa, in certain parts of me i am still a child. Gue masih suka ngeyel kalau di kasih tau sesuatu, bahkan yang paling parah adalah baru2 ini ketika gue putus sama Sarah...gue ga bisa jaga kepercayaan...meskipun gue ngerasa gue ngga totally salah di situ..gue hanya salah menganggap bahwa apa yang gue ceritakan merupakan suatu kebanggaan buat gue dan bukan aib yang gue ceritain kemana2...simply because i am proud of what i have...and its mine...and mine only. While in fact di balik cerita itu gue melanggar janji gue ke Sarah. Yeah well we both did our parts to ruin this relationship.

Menilik balik ke masa lalu selalu mendewasakan kita sedikit demi sedikit, itu yang gue ambil dari semua apa yang udah terjadi dalam hidup gue. Di pekerjaan kah...di percintaan kah..bahkan di hubungan gue dengan Ibu gue. Intinya memang seharusnya dengan berjalan nya waktu...akan semakin mendewasakan kita...berbuat salah di masa lalu seharus nya mengajarkan kita untuk berbuat benar di kemudian hari. But in the end we're only just human...always make mistakes...dan gue berharap bahwa kesalahan kesalahan yang gue perbuat di masa lalu bisa membuat gue menjadi lebih wise..dewasa...ngga kaya anak kecil lagi  yang selalu ngeyel kalau di kasih tau...bisa menjaga suatu janji dan kepercayaan orang orang yang gue sayangin..

Buat gue...dewasa yah seperti itu....

Monday, December 3, 2012

My Life

Kadang gue suka mikir kalau hidup gue di tahun ke 30 gue hadir di dunia ini belum ada improvement nya. Kenapa gue bilang gitu?karena gue masih jadi jadi karyawan, gue belum punya usaha sendiri yang bener bener gue bangun dari nol, dan gue masih ngerjain hal hal yang sebeenrnya bukan passion gue.

Dari dulu setelah lulus kuliah sebenernya gue masih mau sekolah lagi...tapi gue mau sekolah Culinary, belajar jd chef dan belajar berbagai aspek dari Culinary World biar gue bisa bikin Restoran, cafe or even Bar gue sendiri. Cooking and food is always been my interest besides women of course. Tapi dulu nyokap gue udah mulai pensiun dan ngga mungkin lagi buat nyekolahin gue lagi. Dan ketika gue udah terjun di dunia kerja selama 6 tahun ini gue juga belum berhasil buat nabung dan menyekolahkan diri gue sendiri untuk masuk Culinary School yang udah lama gue incer.

Ukuran kesuksesan masing masing orang berbeda..ada yang merasa sukses kalau udah bisa beli BB Posche design, ada yang merasa sukses kalau udah bisa beli mobil dan rumah sendiri, atau ada yang merasa sukses dengan menikah dan mempunyai anak. Buat gue sukses itu adalah gue bisa ngehidupin nyokap gue 100%, punya rumah sendiri, kendaraan sendiri, dan punya pasangan hidup yang bakal nemenin gue sampe masing masing dari kami menua, dan terakhir adalah gue punya Resto, cafe, or Bar sendiri.

Jadi yah menurut gue, meskipun sekarang gue mampu beli kendaraan sendiri dan punya pekerjaan yang cukup settle serta mempunyai jenjang karier yang jelas...gue belum merasa sukses. Banyak dari impian atau keinginan gue yang belum bisa gue wujudkan. Dan gue pun mulai berpikir keras untuk bagaiman mewujudkan semua itu sebelum umur gue mencapai 40, karena salah satu cita cita gue adalah gue mau pensiun dari dunia kerja at 40, ngurusin restoran , cafe or bar gue, dan nyokap gue ngga perlu khawatir lagi dengan masa tua nya karena akan selalu ada gue yang ngurusin semua keperluan dia.

My life is always full of love, either itu cinta buat nyokap gue, cinta buat temen temen deket gue, cinta buat mantan mantan gue, maupun cinta buat pasangan gue nanti. Everything that i do in my life is based on love, even ketika gue kerja di bidang yang bukan passion gue semua gue lakukan karena gue cinta sama keluarga gue and i would do anything to make them proud and happy.

So yeah...when it comes to Ruben...hidupnya emang penuh sama cinta cinta an.

Relation Ship

Gue bukan ahlinya relationship..hell no!!, looking back at my previous relationships especially my relationships with girls..it does'nt reflect that i know all about a relationship. Tapi dari semua hubungan yang gue jalanin gue selalu ambil pelajaran dari setiap kegagalan hubungan gue itu.

Sebuah hubungan, hubungan percintaan konteksnya disini, merupakan hubungan yang di bangun..inget sekali lagi....dibangun oleh dua orang. Namanya orang bangun sesuatu ngga ada yang instant, semua pake proses and it is an never ending process. Kenapa gue bilang never ending process?karena menyatukan 2 isi kepala dan 2 kepribadian dalam 1 hubungan itu merupakan proses yang emang ngga pernah ada akhirnya. Kita akan selalu berada dalam posisi belajar dan belajar untuk saling memahami sifat pasangan kita. Bahkan untuk pasangan yang mungkin sudah lebih dari 5 tahun bersama masih tetep harus belajar, karena ya proses membangun relationship itu yang yang tidak instant.

For a relationship to work definitly needs several ingridients. Well, love udah pasti, trust and respect juga sangat penting, passion and lust penting buat make it last. Cinta, sayang, rasa tertarik merupakan satu faktor utama yang akan membuat kita ingin menjalani lebih dari teman dengan orang tersebut,rasa yang kita punya untuk orang tersebut lebih dari hanya sekedar rasa pertemanan saja. Ketika kita sudah mulai berkomitmen dengan orang tersebut trust and respect harus dibangun diantara kita dan pasangan. Trust and Respect sendiri merupakan landasan utama untuk menjaga suatu hubungan untuk tetap stabil dan Trus and respect is something that we have to earn, bukan untuk diminta, apalagi untuk diberikan begitu saja, itu yang gw ambnil dari kegagalan masa lalu gue. Bagaimana caranya agar kita dipercaya sang kekasih atau sebaliknya dan bagaimana pula kita menghormati sang kekasih dan sebaliknya itu bukan sesuatu hal yang bisa di timbulkan begitu saja. Lets say untuk gain trust dari pacar kita harus janji ini itu..ngomong ini itu..while in fact pada satu titik tertentu ada kala nya kita ngga bisa menepati janji atau ucapan kita sendiri, kalau pacar tahu soal tersebut maka bukan trus yang akan kita dapat tapi mungkin malah cacian dan kemungkinan malah kita diputusin. Respect buka di raih dengan kita yang membatasi pasangan untuk bergerak, melarang ini itu, galak, over protective, tapi usahakan lah dengan kita hanya memberikan garis saja..tak perlu di ancam2 atau apapun, lets say mungkin sang pacar ingin pergi sama mantan nya yah cukup aja di kasih wanti wanti jangan pergi berduaan misalna, atau pergi nya jangan malam hari apalagi sampe nginep2an, atau pergi nya harus ke tempat public jangan ke kost nya berilah sang pacar jalan untuk bisa menepati yang sudah di sepakati bersama apabila berhubungan dengan mantan...ngga perlu dilarang2...karena udah jd human nature semakin kita di larang semakin kita akan mencari jalan untuk ngeles dari larangan tersebut. Atau mungkin ngelarang sih ngga cuman kita nya ngasih ijin pergi sambil ngambek dan kesel...hihihi..itu gue banget kayanya dulu...

Passion and lust..well kalau kita sayang dan cinta sama pasangan kita passion and lust pasti akan selalu mengiringi. Buat gue hal ini juga sama pentingnya dengan trust dan respect tadi, karena kalau kita ngga punya lust sama passion sama pasangan kita mustahil buat hubungan itu last long enough. Sometimes kalau kita udah lama pacaran sama 1 orang ini sparks nya kadang meredup, ada 1 kejenuhan dimana hidup kita sudah mulai monoton...sudah terjadwal dan kita sudah bisa prediksi apa yang akan terjadi next nya...Ketika hal itu terjadi Passion dan Lust harus tetap terjaga, untuk apa?yah itu tadi biar kita bisa mencari cara supaya apa yang kita punya dan pasangan ngga hambar, a little bit surprise present for her will be nice. Atau improve your sex life..jangan pake gaya yang itu2 aja...pake sedikit imajinasi kalian, tapi buat pasangan yang memutuskan untuk tidak having sex yah gue juga menganjurkan untuk harus having sex to keep up the lust and passion that you have for her. A relationship is much more that just sex.

Komposisi bahan berikut nya untuk relationship buat gue adalah Compassion. Kenapa compassion?karena kalau ngga ada rasa itu kita akan jadi orang yang ngga sensitif, compassion erat hubungannya sama toleransi dan kesabaran. Tapi harus di ingat juga tingkat kesabaran seseorang berbeda, ngga bisa juga kita selalu harus ngukur kesabaran pasangan kita dengan berbuat sesuatu yang tidak di sukai oleh pasangan, nah untuk bisa mengukur apa sih yang tidak disukai pasangan kita harus punya toleransi. Lalu compassion juga diperlukan untuk memaklumi pasangan yang mungkin akan berbuat salah dalam perjalanan hubungan pacaran ini, manusia tempat nya salah dan dosa bukan?if God can forgive us Humans, why can't we as human forgive human also...memaafkan dan memberi kesempatan untuk pasangan kita untuk memperbaiki kesalahannya itu yang di sebut compassion disini. Gue selalu memberi limit tersendiri untuk berapa kali pasangan gue melakukan kesalahan fatal, ketika kesalahan fatal tersebut terulang untuk ketiga kali nya maka gue pun akan bersiap untuk hengkang dan meninggalkan pasangan gue tersebut.

Terakhir adalah kesetiaan. Berkomitmen artinya kita harus siap jadi monogamist, ngga bisa kita mencla mencle ke cewe lain padahal kita udah punya pacar. Flirting sana sini udah ngga boleh lagi tuh, hihihi. Jadi kalau kalian ngga siap jadi monogamis, don't you dare to commit yourself to someone.

Tulisan gue soal relationship ini di tulis cuman buat ngungkapin apa yang ada di kepala gue...opini gue pribadi soal relationship itu sendiri. Kalau yang baca tulisan ini punya pendapat lain yah monggo...silahkan...Lagian tadi diatas juga udah gw bilang kalau gue bukan ahlinya relationship, but i try to be better for each relationship that i will have in the future.



Sunday, December 2, 2012

T.J.E.M.E.N

Iyaaahhh...Ruben itu aslinya cemen abisssssss. I know it, i admit it, and i'm letting you all know. Eitss, tapi jangan salah sangka, gue hanya cemen di masalah tertentu saja.

Lets say seperti ini contoh nya, Sabtu malam kemarin gue clubbing sama Alesha dan Sam, datengnya agak kecepetan, krn club kalau hari sabtu agak sedikit low di jam 11an, dan akan baru crowded sekitar jam 1an ke atas. Setelah dapet spot yang lumayan okay, mulai lah joged sana sini, and i spot one girl standing in front of me, alone, wearing an orange dress drinking beer, and she's beautiful. And suddenly she glanced her eyes to meet my eyes...and put a little smile on her lips while she drinks her beer, and i smile to her. Setelah itu sepanjang 3 jam gue disitu cuman bisa liat2an, pandang2an penuh arti tapi gue ngga berani buat nanya nama dan kenalan. Mennnn....padahal udah dapet kode dengan dia yang menjatuhkan botol beer gue di meja...she said "sorry yaaa" and all that i can reply to her cuman kata2 "its okay...ngga apa2". Thats it...buat nanya nama aja ngga berani ampe bikin gue grogi setengah mati, bikin gue keringetan dan tangan gue jadi dingin banget. Haiiizzz...iya Ruben ternyata secemen itu. Dan kejadian Sabtu malem itu bikin gue nyesel ampe sekarang. Kapan lagi coba ketemu cewe itu??

Gue emang bukan tipe yang biasa throwing my line to pick some girls in a bar or club...dan gue ngga biasa dengan kenalan langsung begitu..mungkin itu sebab nya gue cemen banget. But most of it i dont feel confident enough about my self, karena apa coba?pertama...itu club bukan gay club, kedua...gue takutnya dia nyangka gue cowo...ketiga...gue ngga ngerasa that im attractive enough..keempat...karena gue cemen..hihihi

Ahh ya sudah lah...saya ngaku kalau saya cemennnnn....mudah2an ini terakhir kali nya gue cemen begini,....next time ketemu cewe manis lagi gue harus berani!!!...SEMANGAT!!!!!!


Friday, November 30, 2012

Me, Myself, and I

Saya bukan tipe orang yang betah lama lama sendirian..dari dulu ketika pacaran sama cowo pun saya kaya gini, abis putus sama si A, paling lama sekitar 6 bulan saya udah jadian lagi sama si B. Ngga ada bedanya ketika saya pacaran sama perempuan, gatel rasa nya saya kalau ngga juga dapet ganti nya. Emang sih pacar perempuan saya masih bisa dihitung pake jari...cuman 2...hihihi.

But after Sarah, i guess i need my "Me Time". I need to get my head back in the game first, heals my broken heart, giving my self a break from this "Love Thing". I need to be more focused with my life, my little family, my career.  

For sure saya masih mau kok pacaran...cuman not now..i've learn a lot from the previous relationship i had, yah mungkin niat awal nya yang salah..karena saya mau cepet cepet move on dari Alesha, so yeah at first i use Sarah as my distraction from Alesha , and i push my self 100% to make this thing with me and Sarah to work out, i finally did...i did fell for her...but i made one mistake that ruin everything that i built for this relationship, well saya ga mau nyalahin diri saya sendiri lagi di kasus ini karena relationship harus nya dibangun dengan kedua orang yang terlibat dalam hubungan tersebut, bukan hanya dibangun searah..tapi harus 2 arah. Jadi yah kenapa saya dan Sarah putus yah karena kesalahan kami berdua.

Thats why this i dont want to rush things...ngga mau kaya dulu lagi dimana ketika putus saya harus nemu pegangan yang lain. Saya harus bisa berdiri sendiri, dan saya harus berpikir bahwa saya punya waktu jauh lebih banyak ketika saya jomblo untuk ngurus diri saya sendiri, karir saya, my little family. And when the time is right...i am sure that my "the one" will come and find me just waiting for her to come. Just like when Alesha found me.

Jadi, Ladiesss...Ruben udah jomblo lohhh hihihihi


Friday, November 16, 2012

How Wonderful

Saya punya teman banyak...yang straight ngga bisa dihitung pake jari, yang straight dan tahu saya Lesbian bisa dihitung pake jari, temen yang lesbian apalagi...lebih bisa dihitung pake jari. Namun buat saya teman saya yang bener bener temen saya itu sedikit, dan diantara "teman" saya yang sedikit itu terselip mantan saya. Yang pertama adalah mantan pacar cowo saya, saya kasih nama dia si A aja deh. Si A ini bisa jadi tempat curhatan saya dikala saya galau sama hubungan saya dengan perempuan, kaya diantara kami ngga ada pernah ada story bahwa saya dulu selingkuh dari dia buat bersama dengan pacar perempuan saya. 

Yang kedua adalah mantan pacar perempuan pertama saya...Alesha. Our relationship is far more growing than ever. Alesha is always be my person, saya sama Alesha itu kaya Meredith and Christina Yang di Grey's Anatomy, 2 kepribadian yang sangat bertolak belakang but at one point they can understand each other very well. So yeah almost everything that i've been through lately she knows the story...i know her so well and she understand me well.

Yang ketiga adalah temen SMP saya, seorang ibu beranak satu yang mulutnya nyinyir minta ampun. Dari mulai saya Coming Out ke dia sampe hari ini ini , ngga ada satu pun kata kata dia yang menghakimi saya, memandang rendah saya, bahkan menjauhi saya. Dia bilang dia bangga punya at least 1 temen Lesbian. Yang selalu dia ingatkan ke saya adalah bagaimana saya menjaga kelesbianan saya ini supaya ngga diketahui keluarga saya, karena dia tahu pasti keluarga saya pasti akan sangat kecewa, apalagi ibu saya. Ketika saya dulu putus dari Alesha pun dia memberi saya sudut pandang yang sangat menyegarkan, and helped me to move on. dan ketika saya cerita bahwa saya ingin mencoba lagi dengan perempuan yang umurnya jauh di bawah saya dia hanya bisa senyum dan tetap memberikan support nya, ketika saya putus dengan Sarah pun dia memberikan moral support yang tidak biasa, sudut pandang yang diberikan ke saya untuk melihat keselurhan masalah saya selalu beda dari orang lain sehingga saya pun bisa melihat semuanya dengan jelas. And I owe her a lot for that.

Yang ke empat adalah Geng Beranjak saya. Lushka, Cesca, Sam, Indy, Kak Yas, lima orang ini anggota asli geng beranjak saya. They helped me through my breakup with Alesha, berkat mereka juga akhirnya saya bisa ketemu sama Sarah, dan mereka ngga henti hentinya bantu saya secara moral untuk bangkit dari kesedihan saya ketika ternyata Sarah tak lagi jadi milik saya.

Jadi kalau di lihat dari tulisan saya diatas, saya patut bersyukur mempunyai teman teman seperti mereka itu. My life turns out full of wonderful people surrounds me. Maybe i will find another love in my life, but my love for them is indefinitly.

Kaum Minoritas

Kaum LGBTIQ..wait let me rephrase that sentence...LGBTIQ Society sudah lama di anggap sebagai society nomer kesekian kesekian dalam lingkungan kita. Rasanya baru baru ini saja saya bisa merasakan sedikit ada kebebasan untuk kaum LGBTIQ untuk berkarya, dan bisa menunjukkan jati dirinya di masyarakat luas. Tidak  seperti dulu yang mana kita harus ngumpet ngumpet bak maling dan sangat ketakutan rasanya kalau sampai orang tahu kita termasuk dalam kalangan LGBTIQ tersebut.

Ketika saya bekerja di salah satu organisasi yang memang bekerja sama dengan LSM-LSM lokal yang menaungi kaum Lesbian, Gay dan Transgender, mata saya banyak terbuka dengan keadaaan yang notabene merupakan kaum saya sendiri. Banyak tindakan2 abusive yang diterima kaum ini. Bahkan ngga sedikit perlakuan abusive itu dilakukan oleh keluarga sendiri, dari mulai Physical Abuse sampe kepada Mentally Abuse. Pernah ada satu kasus dimana si anak yang menjadi Lesbian di kurung di rumah, dipanggilkan ustadz,  dan menerima kekerasan berulang ulang dari keluarga nya, sampai pada akhirnya sang anak kabur ke organisasi mitra saya untuk meminta perlindungan, karena ketika dia lari mencari perlindungan kepada Aparat kita sang anak malah mendapatkan cemoohan yang tidak ada bedanya dengan perlakuan keluarga si anak ini, si anak ini meminta perlindungan dan meminta untuk dapat mengadvokasi si anak ini dengan keluarga.

Ada salah satu kasus lagi dimana ada seorang transgender yang selalu di lecehkan di lingkungan tempat tinggal dia dan berakhir kepada kasus pengeroyokan serta pelecehan seksual terhadap sang Transgender, kasus yang sama terjadi ketika dia berusaha untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada Pihak yang berwenang, yang ada dia menjadi bahan tertawaan dan semakin di lecehkan lagi.

We have to open our eyes people, these people is not sick people that we need to avoid. They are the same like we are. Mengapa kebanyakan Transgender lebih memilih untuk mengamen dan melacurkan diri nya?karena lingkungan tidak menerima adanya mereka, bahkan lapangan kerja yang tersedia pun sangat terbatas, jarang sekali kantor kantor yang mau menerima mereka sebagai pegawainya. Mengapa para Gay dan Lesbian lebih memilih untuk stay in the closet ketika dia di wilayah kantor?karena ya itu sekali lagi...pandangan nyinyir, melecehkan dan menghina dari orang orang sekeliling yang memaksa mereka untuk tetap sembunyi.

Saya ngga pernah ngimpi bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis, namun at least saya memimpikan negara yang bisa tenggang rasa, tepo seliro dengan apa yang menjadi pilihan hidup masin masing warga negara nya, ngg arempong dan pengen ikut ngurusin urusan orang lain, lagian preferensi sexual merupakan hal pribadi, ngapain juga orang orang yang berkedok agama itu ikut rempong ngurusin preferensi sexual kita.
Ahh tuh kan saya jadi nyampah pagi pagi gini di blog...hihihi...

Monday, November 12, 2012

Ruben ituhhh....


Ruben itu kaya anak kecil yang kalau dapet maenan baru excited nya bukan main dan kalau bisa dia akan memamerkan nya kepada seluruh teman nya bahwa dia mendapatkan sesuatu yang luar biasa dan menjadi milik nya seorang.


Ruben itu kaya anak kecil yang kadang suka ngga peka sama situasi dan kondisi sekitar, orang udah teriak2 atau udah marah2 dia kadang cuman bisa bengong dan mencerna cukup lama apa yang di maksud orang itu.

Ruben itu kaya anak kecil yang kalau kehilangan sesuatu yang dia sayang, dia bisa ngga makan, ngga tidur, bahkan ngga bisa senyum.

Tapi meskipun Ruben kaya anak kecil, Ruben selalu berusaha untuk menjadi dewasa. Ketika dia kehilangan sesutu yang dia sayang, dia akan mencoba untuk menyembunyikan itu semua dari orang lain dan cukup membuat dirinya sendiri menderita. Ruben juga akan berusaha menjadi dewasa apabila dia melakukan kesalahan, dia akan berusaha menerima konsekuensi nya, namun seperti layaknya orang lain Ruben selalu ingin diberikan kesempatan untuk menebus semua kesalahannya. Ruben juga selalu belajar dari setiap kesalahan yang dia buat, kesalahan tersebut tidak akan pernah dia ulang lagi untuk kedua kali nya. 

Secara keseluruhan Ruben itu hanya manusia biasa yang kadang ngga sadar kalau setiap langkah yang diambil kadang mengakibatkan reaksi fatal, bahwa kadang langkah yang dia ambil merupakan langkah yang akan dia sesali seumur hidup nya. Ruben is like an open book, you can read her straight away without even trying to open up the cover, what you see...is what you're going to get form Ruben. Even tough she's like an open book, there are certain pages that maybe is not in the perfect shape,and sometimes she hides them very well. Ruben itu selalu serius dengan apa yang sudah di katakan dan selalu akan menepati janji nya, namun jangan lupa part diatas yang menyatakan bahwa Ruben itu kadang kaya anak kecil yang suka over excited sampe harus cerita sesuatu yang sebenernya merupakan rahasia. Dan Ruben sekarang tahu hal itu, dan berniat untuk membuang sisi anak kecil nya itu. Ruben juga selalu akan kasih semua, she will give you all that she can give.

But you have to remember one thing, there's always a small kid in each of us, that side will always make us have our sanity when the reality is to hard to bear. 

Ruben yang sekarang sudah jauh lebih dewasa, she will prove it to you.

Lo..Gue..E.N.D!

Bener yah kata banyak orang, jalan hidup kita masing masing ngga ada yang bisa diprediksi. Sama halnya dengan kisah saya dan S! yang musti bubar jalan, padahal jalan nya aja baru dua bulan.

Saya mempunyai andil yang sangat besar di dalam kegagalan hubungan ini. Saya melanggar janji saya sendiri, mau dilihat dari mana pun, posisi saya udah paling salah, saya ngga akan bela diri saya, saya juga ngga akan cari pembenaran dari tindakan saya. Mungkin kalau saya di posisi S! saya pun akan berlaku sama, namun beda nya adalah saya pasti akan selalu memberi kesempatan untuk pasangan saya berubah, kesempatan untuk pasangan saya untuk memperbaiki kesalahan yang sudah di buat nya, dan bisa menunjukkan kepada saya betapa menyesal nya dia karena melakukan kesalahan.

Tapi tidak di kasus saya ini, S! sama sekali ngga mau memberi kesempatan kepada saya, betapa pun saya sudah memohon, dia tetap tidak mau. Saya sadar kesalahan saya ini sangat susah untuk di tebus dengan apapun, namun apakah hanya dengan putus jalan keluar terbaik nya?apakah dengan putus jalan terbaik nya ketika dia pun mengaku sayang sama saya...dan saya pun masih sayang sama dia. Saya cuman sedikit ngerasa agak ngga fair buat saya karena S! sama sekali ngga mau kasih saya kesempatan untuk fix things with her.

But anyway who am i to bargain anything here?I'm the villain here...Saya cuman bisa pasrah, dari dulu pun saya di paksa untuk selalu bisa pasrah menerima apa yang ngga saya mau terima. 

Dear Sarah, Thank you for the lesson, it's a one big lesson that i get from you, if this was a punishment from you..i'm willing to take it. I love you...be good...take care. Just remember, it tooks months for me to say those 3 words to you, i finally can say it and i meant it. Tadinya mau kasih kamu surprise cake dengan kata kata "I Love You" pas kita 2 bulanan...and i do still you hope that you still feel the same and i still have the chance to have you again sometimes in the future. I missed you already.

Monday, October 29, 2012

Sinner


Ketika mempertanyakan maksud Tuhan menciptakan orang orang seperti saya apakah membuat saya menjadi orang Murtad?Pendusta Agama?


Saya sadar sepenuhnya bahwa apa yang saya rasakan kepada perempuan adalah hal yang tidak wajar, dosa besar, bukan kodrat sejati saya. Pertanyaan diatas tadi selalu terlontar kepada Tuhan ketika saya melakukan perintah Nya..Shalat lima waktu yang mungkin masih jauh dari sempurna pelaksanannya, namun saya tak pernah lupa untuk selalu bertanya kepada Nya mengapa saya merasa seperti ini?mengapa saya tidak bisa merasa seperti ini kepada Laki laki sesuai dengan kodrat saya.

Sehingga saya sampai pada pemikiran bahwa saya akan berusaha untuk selalu melakukan apa yang menjadi kewajiban saya kepada Tuhan, perhitungan dosa saya selama hidup di dunia akan saya tanggung di hari akhir  nanti.Saya tak mau takabur dengan berbicara seperti ini, namun Tuhan pun pasti tahu bahwa saya tak bisa dipaksa untuk menikahi laki laki dan menjalani hidup saya secara"normal" dan sesuai dengan kodrat saya, buat saya kata"normal" adalah seperti yang saya jalani sekarang ini, mencintai perempuan.

Buat saya pernikahan merupakan ikatan yang suci, dilakukan dengan nama Allah SWT, disaksikan para Malaikat. Ijab Qabul yang di ucapkan ketika pernikahan terjadi bukan hanya kata kata di mulut saja, namun tercatat di buku Allah SWT, bahkan pernikahan dianggap ibadah. Berdasarkan itu pula saya sudah menetapkan diri saya untuk tidak memalsukan status saya dengan "menikah" sedangkan saya tetap menjalin cinta dengan perempuan di belakang suami saya, lebih baik saya di cap perawan tua daripada saya melakukan dosa yang jauh lebih besar. Kenapa saya bilang dosa yang jauh lebih besar?karena pertama kita berbohong kepada semua orang, kedua kita berzinah. Cukup lah dengan dosa kita sebagai pecinta perempuan yang di catat oleh Nya.

Saya bukan ahli agama, saya juga bukan orang yang paling tahu agama saya, pikiran saya sederhana...hidup itu harus seimbang, saya mencintai perempuan tapi saya harus bisa melakukan kewajiban saya sebagai Manusia kepada Tuhan nya dan saya juga tak mau menambah dosa saya sebagai pembohong.

Kita memang harus akui banyak Lesbian di luar sana yang rela memalsukan pernikahannya agar lepas dari pandangan sini lingkungan dan keluarga, lepas dari panggilan "perawan tua", dan banyak hal lain nya yang melatarbelakangi apa yang menyebabkan mereka untuk mengambil solusi seperti itu, saya juga tidak mau menyalahkan mereka...semua kembali ke pribadi masing masing...

Tapi bisa dipastikan saya bukan termasuk orang yang seperti itu...tulisan ini tidak untuk menghakimi siapa pun tapi ini adalah hasil dari pikiran manusia sederhana saya.

And The Story Begins....

Saya ketemu S! itu secara ngga sengaja...atau mungkin dibikin sengaja ya sama temen saya Lushka. Sebenernya hari itu adalah hari penghiburan buat saya yang baru banget putus dari Alesha. Temen temen geng beranjak saya sengaja ngajakin saya jalan jalan biar saya nya nggak stres. Kebetulan Kak Yas punya referensi tempat makan ikan bakar di Sentul...jadi lah saya, Sam, Lushka dan Kak Yas road trip ke tempat itu...

Lushka sengaja banget ngundang S! ke restoran antah berantah itu dengan alsan yah karena S! tinggal di Bogor. Tadinya kita pikir si "anak kecil" ini ngga berani dateng, taunya dengan pede jaya dia berhasil datang.
Kenapa saya bilang "anak kecil" karena yah dari segi umur udah jauh banget dari saya dan temen temen yang lain. Kesan pertama adalah kagum. Kagum karena di umurnya yang masih sangat muda dia bisa menentukan sikap dan berani muncul ketemu oarng orang baru yang notabene semua nya temen dunia maya and older than her. Kagum karena di umurnya yang sangat muda cara dia berpikir, cara dia menyampaikan sesuatu tidak sesuai dengan umurnya..jauh lebih dewasa...klo saya ngga liat muka nya pas kenalan saya ngga akan tahu klo S! jauh lebih muda dari saya....sangat jauh lebih muda.

Hari itu saya ngga banyak ngomong, cuman bisa nawarin dia makan, karena makanannya masih banyak dan S! makannya dikit banget entah karena grogi atau mau jaim...karena belakangan saya tahu pacar sayamakan nya ganassss...hihihihi. Saya cuman sempet mikir waktu itu anak ini lucu juga, muka innocent banget, dengan darah etnis Arab yang cukup kental tergambar di muka nya, cuman saya hanya sejauh itu ngga ada maksud lain karena saya sangat sadar akan perbedaan umur yang mencolok.

Namun semakin saya mikirin hal itu semakin saya penasaran, sampe akhirnya saya minta bantuan Lushka lagi buat minta YM nya..dan saya jatuh hati ketika mendengar suara dia nyanyi...iya...dia mau nyanyi buat saya sambil di rekam..saya suka suara nya. Sejak itu saya pun memulai PDKT saya. Baru sekitar sebulan saya PDKT ada suatu kejadian yang membuat S! menghilang dari dunia maya, YM ga active, no handphone pun mati, email ga dibales, sampe akhirnya saya sedikit putus asa dan memutuskan untuk move on...saya berusaha untuk menghapus perasaan suka saya sama S!. Sampai pada akhirnya S! found me again dan kali ini saya berasa dia yang PDKT sama saya hehehe.

Namun ga semudah itu...saya berpikir keras menetapkan hati saya apakah saya emang mau mencoba kembali dengan S!, building a relationship with her, kenapa saya harus berpikir keras?karena bagaimana pun umur saya jauh diatas S! dari segi tersebut sudah pasti ada perbedaan perbedaan mendasar. Tapi saya selalu berprinsip kalau tidak di coba kenapa menyerah di depan?.Akhirnya saya dan S! pun setuju untuk menjalani semua nya, kami berdua berkomitmen untuk mencoba berjalan bersama selama mungkin, karena saya sangat mengerti usia dia masih muda and there is a certain expectation from her parents like finishing her school, find a  nice young man  and married to him and have some kids. Sementara saya, saya udah bisa menentukan nasib saya sendiri, meskipun yahhh tuntutan untuk menikah dari Ibu saya tetap pada, namun saya sudah mandiri, pekerjaan ada Insya Allah, saya sudah punya bargain position bila berhadapan dengan keluarga saya. S! belum masuk ke tahap itu.

So yeah...the stories begins..Lets just take my hand and we walk slowly...

Wednesday, October 10, 2012

Someone named S!

I have someone...someone new..someone named S!

Thanks to my dear friend Lushka who introduce her to me, I finally find someone who hopefully can heal my broken heart.

Iya...gue seneng gue punya seseorang lagi yang membantu pulihnya gue...sedikit demi sedikit lubang lubang berdarah di sekujur hati gue mulai ketutup..belum sembuh benar..but its starting to heal.

Posting berikutnya story soal S!...





Monday, October 8, 2012

New Me

Hey hoooo....Ruben is here...well actually its not the new'me...i'm still the old me...i'm just living a new life...ooppss relax saya masih jadi perempuan kok...nyahahaha

OK kalau gitu dengan ini Saya resmikan ini adalah Blog Ruben, dimana Ruben bisa ngomong apa aja, tentang apa aja, mau nyampah, mau wangi2an...semua Ruben boleh lakukan di blog ini..

hehehehe...


HAPPY READING