Friday, February 22, 2013

Hari ini

Hari ini gue mencoba untuk menuntaskan semua rasa, rasa yang gue pernah punya buat seseorang. Karena hari ini gw di hadapkan oleh kenyataan yang ternyata jauh dari apa yang gue bayangkan selama ini tentang seseorang ini.

Hari ini juga gue berusaha menuntaskan rasa ingin tahu gue akan hubungan diantara seseorang yang gue sayang dengan teman yang gue sayang juga..semua rasa itu gue musnahkan di hari ini.

Hari ini sepertinya hari berkabung buat gue, gue kehilangan teman dan gue kehilangan seseorang yang gue sayang. Mereka seperti tak mau tahu atau mungkin juga tak peduli dengan perasaan gue. Betapa gue juga sakit dengerin semua lika liku permasalahan diantara mereka dan gue. Betapa mereka tidak peduli dengan gue yang mungkin hampir di ambang kewarasan gue 2 minggu terakhir ini, betapa mereka mengacuhkan niat gue yang masih pure untuk berteman dengan mereka, berusaha meluruskan yang tak lurus, menerangi yang gelap, menggabungkan kepingan kisah yang hilang, dan gue tetep di tunjuk sebagai penyebab mereka saling membenci.

Hari ini gue sadar..mereka tak pernah jadi teman gue...dan seseorang itu tak pernah gue miliki. Hari ini gue sadar gue mungkin terlalu sayang dengan mereka, gue terlalu naif dan gue terlalu lurus...bahwa gue selalu memandang kehidupan dengan warna hitam dan putih...tak pernah ada warna abu abu di kamus gue.

Hari ini mendekati hari special gue...dan gue mendapat hadiah tak terkira sakitnya dari Tuhan, mungkin ini cara Tuhan menyadarkan gue dari semua pandangan awang awang gue.

Hari ini gue sedih..di tengah meeting, di tengah presentasi report gue...gue harus menitikkan air mata, karena akhirnya gue mengetahui sesuatu, sesuatu yang selama ini gue anggap menjadi satu realitas ternyata realitas itu semu..apakah gue harus percaya kepada seseorang itu yang telah menyakiti gue dengan kata kata serta perlakuannya?entahlah...entah apa yang bisa gue percaya saat ini.

Seseorang itu kemudian menangis dan meminta maaf atas semua nya, gue hanya bisa terdiam...tak bisa berkata kata, tak ada kata yang muncul di kepala untuk membalas permintaan maaf itu. Gue mati rasa. Seseorang itu tidak pernah tahu betapa gue hampir gila di buat nya ketika dia memutuskan semua nya, hampir setiap malam gue menangis dan menangis, meratapi  satu kesalahan yang gue buat dan berharap dia mau menerima gue kembali. Betapa gue menyesali kejadian itu, dan betapa gue cinta sama seseorang ini sampai tak satu pun nasihat teman teman gue dengar, dan gue selalu berdalih bahwa memang gue yang salah dan gue pantas menerima ganjarannya. Tapi ternyata seseorang ini sudah melakukan kebohongan terlebih dahulu semenjak segala nya bahkan belum di mulai, kebohongan yang melibatkan teman teman saya ini.

Hari ini mungkin Jakarta di guyur hujan deras di sore hari, deras nya hujan kali ini tak bisa di bandingkan dengan derasnya tangisan gue di toilet kantor siang tadi, entah apa yang dipikirkan orang orang di meeting tadi gue ngga peduli, gue izin keluar dari ruang meeting, berlari menuju toilet dan menangis sekuat tenaga sampai gue ngga bisa nafas. 
 
Hari ini sungguh penuh dengan kejutan, tangisan, dan rasa marah. Hari ini saya berhenti mencintai nya. Hari ini saya berhenti menyayangi teman saya, gue ngga suka di tunjuk sebagai pembuat masalah, masalah yang sesungguh nya tak pernah menjadi milik gue..masalah yang mereka buat sendiri dengan tidak jujur sama gue. 

Hari ini hidup saya memang penuh drama, wajar, saya perempuan dan kadang saya perlu penjelasan yang sejelas jelas nya tanpa ada tabir, tanpa ada kode. Karena gue ada di bagian kecil masalah mereka, bagian kecil dimana mereka melupakan adanya saya di bagian cerita itu.

Jadi hari ini yah cukup sampai hari ini, tak ingin tahu lagi,tak ingin mengingatnya kembali, tak ingi lagi membahas nya. Cukup sampai hari ini saja cinta gue, cukup sampai hari ini saja rasa hormat gue.

Semoga setelah hari ini mereka bahagia..semoga setelah hari ini seseorang itu menyadari bahwa tak ada yang bisa mencintai dia sebesar cinta saya kepada nya. Setelah hari ini saya mati rasa.

No comments:

Post a Comment