Saya dan Ven memang belum lama mengenal satu sama lain...dari mulai berkenalan..PDKT...sampe akhirnya memutuskan untuk pacaran waktu nya sangat singkat. Saya berjalan di jalur cepat dengan Ven...sama hal nya dengan yang saya lakukan dulu dengan Alesha. Bukan maksud hati untuk selalu membandingkan Ven dengan Alesha...namun dari cara saya berkenalan,menyukai,menyatakan cinta ke Ven, prosesnya hampir sama dengan proses saya dulu ke Alesha...meskipun dulu saya masih amatir yah...karena Alesha adalah pacar perempuan pertama saya.
I am fully aware that we both has a lot of things in common...tapi banyak juga perbedaan perbedaan yang sangat mendasar diantara saya dan Ven. Namun perbedaan itu tidak pernah saya ambil pusing...semakin berbeda..rasanya semakin beragam hubungan saya dan Ven. Namun prinsip kami dalam menjalani hubungan ini sama...kami sama sama mencari rumah...mencari pelabuhan terakhir...mencari pohon untuk bersandar dan memandang luas ke depan...duduk berdua...dan berharap bahwa kami adalah orang terakhir bagi masing masing dalam hidup ini. Yah boleh dikata kami sangat optimis, khayalan kami mungkin bisa di bilang jauh dari kenyataan..atau..keinginan kami ini adalah keinginan yang sebatas imajinasi saja. Namun buat saya dan Ven niat kami yang tulus ini merupakan harapan...harapan yang saya rasa menjadi basic kami dalam saking mencintai, saling menyayangi, saling menghormati, saling jujur, dalam mengarungi lautan bersama.
Saya juga mengakui bahwa saya belum tahu banyak hal mengenai Ven...dan sudah pasti banyak hal yang juga Ven tidak ketahui soal saya. Meskipun begitu, saya berusaha untuk membuka buku saya untuk Ven baca dan mengerti...membalik kan halaman demi halaman masa lalu saya, dan menulis di halaman halaman masa depan saya bersama dia, saya berusaha untuk menyajikan apa yang tersirat dan terlihat mengenai saya, masa lalu saya, lingkungan saya, keluarga saya, teman teman saya, pekerjaan saya, semua hal tentang Ruben yang tidak semua orang tahu...
Saya menumpuk, mengingat, mengumpulkan setiap moment moment saya bersama Ven, dari mulai yang paling sederhana sampai moment paling intim yang saya punya bersama dia. Mungkin Ven tak pernah tahu betapa saya terjatuh dan meleleh ketika dia memanggil saya dengan "Love" padahal waktu itu kami belum sekalipun bertatap muka...Ven juga mungkin tidak pernah tahu bahwa saya sangat khawatir dengan hubungan kami karena sejarah pertemuan kami, dikenalin di Twitter, hal itu membuat saya teringat kisah masa lalu saya...hubungan yang di paksakan sehingga saling menyakiti..dan membuat korban berjatuhan dengan tangis dan darah (Ok klo ini saya sedikit lebay), betapa saya khawatir bahwa saya akan melakukan kesalahan yang sama, terjatuh dalam lubang yang sama dan menyakiti Ven...karena saya tahu..Ven pantas mendapatkan cinta yang kekal. Dan mungkin Ven juga tak tahu betapa saya sangat meragu dengan hubungan kami yang berjauhan, berpikir apakah saya bisa...berpikir bahwa apakah Ven bisa...namun semua keraguan itu hilang..karena saya sekarang saya yakin kami bisa.
Ven juga mungkin tak pernah tahu bahwa saya memotret di otak saya ketika kami dalam kedekatan yang sangat intim...setiap lekuk tubuh nya, setiap desahan suara nya, setiap ekspresi yang dia keluarkan ketika saya menyentuh nya...mencium nya..mencumbu nya...dan saya ingat ketika malam terakhir kami bersama saya menitikkan airmata, karena pada saat itu saya merasa akan kehilangan kekasih hati saya...seseorang yang baru saja saya temukan...di malam itu saya menyatakannya....saya membiarkan dia mengetahui apa yang saya rasakan...Saya mengucapkan "I Love you". Kata kata yang selalu saya sulit ucapkan..namun rasanya adil buat Ven apabila dia tahu betapa saya jatuh cinta kepada nya.
Saya berharap Ven menjadi yang terakhir buat saya, dan saya juga berharap kami akan terus menciptakan moment moment kecil sepanjang perjalanan kami berdua. Kali ini saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan apa yang saya punya dengan Ven, dan saya tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang lalu lalu...saya mau ini bertahan lama...karena kami punya banyak mimpi bersama...ya...ya...mimpi kami yang sepertinya adalah khayalan tingkat tinggi buat orang lain...tapi saya sudah tidak peduli lagi apa kata orang...mereka bisa bicara apa saja mengenai kami, mengenai saya, mengenai Ven..tapi yang tahu adalah kami...Saya, dan Ven...
PS: My Dear Ven, hold my hand, let us walk with our head up high....and lets build our own home, home with only one room....room only for us. I love you baby, cant wait to see u...
No comments:
Post a Comment