Melalui satu masa kelam hanya untuk menemukan ujung cahaya terang
Betapa hidup tak kunjung bermain teka teki dengan ku
Ahh aku lupa...masa kelam tak hanya satu yang kulewati
Kayuhan perahu hidup ku melewati banyak ombak dan cuaca kelam
Tapi sekali lagi...setelah badai mereda, aku selalu melihat ke depan
Melupakan saat2 kelam, ombak tinggi, badai menggelegar di lautan hidup ku
Mungkin bukan melupakan...tapi aku mengayuh terus perahu Kehidupan ku
membiarkan perahu ku berjalan menuju sinar terang itu.
Semua dendam...semua angkara murka yang membuat ku bermuram durja sudah ku singkirkan
tersingkir namun tetap ada di ujung pandangan mata
Aku tak lagi bermuram durja...aku mensyukuri adanya dendam dan angkara murka yang berkecamuk di dadaku
Karena tanpa ada semua rasa itu, aku tak kan menemukan malaikat ku
Penyelamat...Sang Sinar Terang di ujung horison hidup ku.
Surgawi yang kurasakan di dunia fana...
Dendam...Angkara Murka...dan Muram Durja...kalian masa lalu ku...
No comments:
Post a Comment